Sabtu, 07 Desember 2013

PERMASALAHAN SOSIAL


BAB I
PENDAHULUAN
A.      Latar Belakang
Sosiologi merupakan ilmu yang mempelajari tentang masyarakat meliputi gejala-gejala sosial,struktur sosial dan perubahan sosial yang terjadi dalam masyarakat. Sosiologi menelaah gejala-gejala yang wajar dalam masyarakat seperti norma-norma,kelompok sosial lapisan masyarakat,lembaga masyarakatan, proses sosial, perubahan sosial dan kebudayaan serta perwujudannya. Gejala-gejala tersebut ada yang tidak berlangsung normal sebagaimana yang di kehendaki masyarakat merupakan gejala-gejala abnormal atau gejala-gejala patologis hal ini disebabkan adanya unsur-unsur masyarakat tidak dapat berfungsi sehingga menyebabkan kekecewaan dan penderitaan
Gejala-gejala abnormal dinamakan masalah-masalah sosial. Salah satu contoh masalah sosial masyarakat adalah Kemiskinan. Kemiskinan adalah suatu keadaan dimana seseorang tidak sanggup memilihara dirinya sendiri sesuai dengan taraf kehidupan kelompok dan juga tidak mampu memanfaatkan tenaga mental maupun fisik dalam kelompok tersebut. Kemiskinan sebagai suatu fenomena sosial yang tidak hanya dialami oleh Negara-negara yang sedang berkembang tetapi juga terjadi di Negara-negara yang sudah mempuyai kemapanan di bidang ekonomi.

Dengan adanya globalisasi ekonomi dan ketergantungan antar negara dapat memberikan tantangan dan kesempatan pertumbuhan ekonomi dan pembangunan suatu negara dan juga memberikan resiko ketidakpastian perekonomian dunia. Indonesia menghadapi masalah yang cukup besar di berbagai bidang baik di bidang ekonomi,kependudukan maupun lingkungan hidup.
Pada umumnya semuanya akibat kebijakan pemerintah yang tidak berpihak kepada peningkatan kesejahteran rakyat .Dampak dari berbagai kebijakan tersebut adalah masih banyaknya penduduk miskin di Indonesia. Dari uraian tersebut maka penulis membuat tugas makalah ini dengan judul “Masalah Sosial Sebagai Inspirrasi Perubahan (Kasus Kemiskinan) dan Upaya Pemecahaannya

B.       Rumusan Masalah
Dari uraian latar belakang di atas, maka rumusan malasah dalam penulisan makalah ini adalah sebagai berikut: Aspek apa yang menlatarbelakangi kemiskinan, dan bagaimana penanganan masalah berbasis masyarakat serta upaya penanggulangan masalah kemiskinan?

C.      Rumusan Masalah
Berdasarkan rumusan masalah yang telah di uraiakan tersebut, maka tujuan penulisan makalah ini adalah: untuk mengetahui Aspek yang menlatarbelakangi kemiskinan, dan penanganan masalah berbasis masyarakat serta upaya penanggulangan masalah kemiskinan?








BAB II
PEMBAHASAN
A.      Defenisi Kemiskinan
Untuk memahami masalah kemiskinan lebih lanjut perlu diketahui dan ditelusuri latar belakangnya. Kemiskinan adalah kondisi yang disebabkan kerena beberapa kekukarangan dan kecacatan individual  baik dalam bentuk kelemahan biologis, psikologis maupun kultural yang menghalangi seseorang memperoleh kemajuan dalam kehidupannya.
Menurut pendekatannya kemiskinan merupakan kurangnya kemapuan intelektual, kurangnya keterampilan kemapuan untuk menghadapi persoalan disekitarnya.Kurang adanya kepentingan terhadap pendidikan. Ini yang membuat adanya masalah kemiskinan, banyak yang beranggapan bahwa pendidikan tidaklah penting atau belumlah penting, banyak yang berangggapan daripada sulit dan banyak untuk mengeluarkan biaya untuk sekolah, lebih baik anak anak mereka ikut bekerja mencari uang, seperti orang tua mereka.
Bisa saja karena adanya kekurangan biologis ataupun, psikologis, karena kemiskinan tidak hanya di definisikan sebagai golongan tak hanya memiliki financial. Adapula kaitannya dengan kebijakan pemerintah , adanya ketimpangan antara kehidupan di pedesaan dan kehidupan dikota. Dan bila dilihat dari segiekonomi polotik, masalah kemiskinan akibat tidak meratanya sumberdaya dalam masyarakat.
Contoh kecil saja jika pemerintah mengeluarkan program pengalihan minyak tanah ke gas, adanya kompor gas gratis dari pemerintah, namun ternyata dalam krnyataannya masih ada masyarakat kita yang belum mendapatkan bantuan tersebut. Hal tesebut bisa saja karena masyarakat tersebut kurang mendapatkan informasi. Dari kurangnya informasi inilah mereka sulit untuk berkembang atau bisa saja pemerintah kurang melibatkan mereka dalam hal hal tertentu, yang seharusnya perwakilan dari mereka mendapatkan informasi atau di beri kesempatan untuk berpartisipasi dalam melesaikan suatu masalah atau tdak adanya kesempatan untuk berpartisipasi dalam mengambil keputusan.
Intinya kurangnya perhatian pemerintah kepada masyarakat atau masyarakat itu sendiri yang memang membatasi untuk diri mereka sendiri yang memang enggan dalam berpartisipasi. Bisa juga disebabkan kurangnya rasa menghargai satu sama lain, masyarakat kurang menghargai orang orang yang memiliki keterbatasan untuk mengembangkan kteatifitas mereka.

B.       Aspek Yang Menlatarbelakangi Kemiskinan
Ada beberapa aspek yang yang menterbelakangi kemiskinan, meliputi beberapa hal diantaranya sebagai berikut:
1.         Aspek psikologis
Sikap yang rendah diri, lebih cenderung merendahkan dirinya sendiri, rasa ini bisa saja disebabkan karena kurangnya rasa percaya diri yang menimbulkan tidak adnya penghargaan terhadap diri sendiri. sikap ini yang menimbulkan teisolasinya diri tersebut, karena kurang pergaulan  menyebabkan orang atau individu tersebut lebih suka menyendiri dari keramaian.
2.         Aspek sosiologi
Rendahnya pelayanan sosial yang menyebabkan kurangnya informasi yang diterima orang tersebut.
3.         Aspek politik
Kurangnya akses terhadap berbagai fasilitas dan kesempatan ,adanya perlakuan diskriminatif terhadap rakyat miskin, yang menganggap mayarakat miskin adalah masyarakat rendah, namun mereka sejatinya adalah sama hanya saja kurang mendapatkan kesempatan untuk bisa mengembangkan diri mereka, lemahnya  dalam melakukan penuntutan hak, dan kurangnya keterlibatan dalam pengambilan keputusan.

C.      Penanganan Masalah Berbasis Masyarakat
Bentuk yang pertama adalah partisipasi dalam proses pengambilan keputusan. Keterlibatan dalam proses pengambilan keputusan diharapkan kepentingan dan keterlibatan masyarakat miskin dapat tercermin dari program yang dibuat, partisipasi dalam pengembangan program partisipasi yang ketiga lebih menekankan pada keterlibatan dalam pergerakan nasional, keterlibatan lapisan masyarakat miskin di dalam berbagai pekerjaan serta pendekatan yang menyeluru.
1.         Mengembangkan system sosial yang responsif
Menurut pemikiran ini masyarakat dapat melakukan upaya perbaikan, penyembuhan dan penanganan  masalh sosial secara mendiri bekerja nya mekanisme dalam system sosialnya ,dalam hal ini kondisi masalah sosial dianggap sebagai produk dari proses yang terjadi dalam system sosial yang melibatkan berbagai komponen .
Apabila di dalam suatu masyarakat ditemukan suatu kondisi dimana banyak nilai dan norma yang dilanggar sehingga keberturan dan integrasi sosial terganggu, maka system yang baik aka melihatnya sebagai kegagalan mekanisme sosial nilai dan control sosialnya, hal ini kemudian akan diserap dan dijadikan sebagai timbal balik untuk memperbaiki mekanisme yang ada secara melekat, dan kemudian menghasilkan perubahan pan perbaikan mekanisme sosialisasi nilai dan mekanisme control sosialnya sehingga berbagai masalah sosial yang dipicu oleh pelanggaran nilai dapat dihilangkan atau minimal dapat dikurangi.
2.         Pemanfaatan modal sosial
Kewenanagan mastarakat untuk melakukan pewenangan masalah sosial tidak akan efektif apabila masyarakat tidak memiliki kapasitas guna melakukannya. Bentuk modal sosial dapat menjadi pendorong tindakan bersama masyarkat dan kepedulian sosial bagi sesame warga negara masyarakat. Dimensi structural fenomena modal sosial  terkait dengan organisasi sosial dan institusi sosial yang didalamnya terkandung peranan , aturan dan prosedur yang dapat membentuk jaringan yang luas dalam mendorong kerja sama.
3.         Pemanfaatan Institusi Sosial
Ada pihak-pihak yang menjalankan peranan pelayanan dan perlindungan sosial guna memberikan konstibusi bagi pemenuhan kesejahteraan sosial. Adapun pihak-pihak yang dimaksud meliputi:
a.         Asosiasi sukarela yang dapat meliputi kelompok swadaya, lembaga swadaya independent, lembaga sukarela kuasi pemerintahan dan lembaga nonprofit kuasi pemerintah
b.        Lingkungan tetangga dan rumah tangga yang berasal dari keluarga,
c.         Pasar berupa usaha bisnis yang privat
d.        Negara berupa pelayanan yang diselenggara negara
4.         Optimalisasi Konstribusi Dalam pelayanan sosial
Perlunya kontribusi yang maksimal dlam pelyanan sosiaol guna menciptakan masyarakat yang sejahtera , kerena pelayanan sosial tidak mengedepankan materu semata namun hanya kesejahteraan masyaraklatlah yang paling diutamakan.
5.         Kerjasama dan jaringan
Ini sangatlah diperlukan  demi memperluas pelayanan sosial demi terwujudnya suatu tujuan. Dan demi optimalisasi kontribusi masing masing dan mewujudkan hubungan yang sinergis perlu dijajagoi berbagai kemungkinan kerjasama antar organisasi pelayanan sosial yang ada
D.      Upaya Penanggulangan Masalah Kemiskinan
Kemiskinan akan sangat dipengaruhi oleh pendekatan dalam memahami latar belakang dan sumber masalahnya. Apabila kemiskinan dilihat sebagai akibat dari cacat dan kelemahan individual, maka strategi yang digunakan untuk untuk pemecahannya akan lebih ditekankan pada usaha untuk mengubah aspek manusia sebagai individu atau warga masyarakat.
Dalam hal ini upaya pembangunan masyarakat akan lebih dititik beratkan pada peningkatan kualitas manusianya sehingga akan dapat berfungsi lebih efektif dalam upaya peningkatan taraf hidupnya. Sementara itu, apabila kemiskinan dianggap merupakan akibat dari kelemaha struktur dan sistem, maka strategi penanganan kemiskinan lebih dititik beratkan pada perubahan sistem dan perubahan struktural. Disamping itu, perubahan struktural juga dimaksudkan sebagai upaya pemberdayaanlapisan miskin sehingga akan memberi peluang yang lebih besar dalam proses pengambilan keputusan maupun dalam posisi tawar.
Demikian pula dalam hal perbedaan konsep kemiskinan alamiah dan kemiskinan buatan atau kemiskinan struktural. Kemiskinan alamiah pada umunya dicoba diatasi dengan berbagai bentuk pembangunan prasarana fisik, pemasukan modal dan pengenalan teknologi baru. Sedangkan kemiskinan buatan atau kemiskinan struktural dicoba diatasi melalui berbagai perubahan struktural, perubahan kelembagaan dan perubahan dalam berbagai bentuk hubungan sosial ekonomi.
Berbicara tentang strategi pembangunan masyarakat dalam rangka pengentasan kemiskinan, agar lebih mengenai sasaran dan menyentuh kepentingan dan permasalahan langsung lapisan miskin, maka tidak dapat diabaikan persoalan partisipasi mereka dalam proses pembangunan yang dijalankan. Bentuk pertama merupakan partisipasi dalam proses pengambilan keputusan padakebijakan program yang akan dijalankan. Bentuk yang kedua berupa partisipasi dalam perkembangan program. Bentuk partisipasi ketiga lebih menekankan pada keterlibatandalam gerakan sosial, dan bentuk partisipasi keempat yang biasanya dinilai sebagai bentuk yang paling tidak kontroversial, berupa keterlibatan lapisan miskin di dalam berbagai pekerjaan.
Walaupun demikian, di banyak negara diperoleh kenyataan, bahwa laju pertumbuhan yang mengesankan tersebut juga diikuti dengan masalah ketimpangan relatif dan kemiskinan absolut. Hal itu berarti bahwa hasil pembangunan yang sudah berjalan belum dinikmati secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat. Oleh sebab itu wajar apabila orang berharap dapat mengawinkan pertumbuhan dan pemerataan tersebut melalui startegi redistribusi dengan pertumbuhan (Redistributionwith Growth). Strategi redistribusi dengan pertumbuhan ini terutama menekankan penyaluran kembali (realokasi) dana-dana investasi baru, terutama dari pemerintahkepada golongan penduduk yang paling miskin agar dengan demikian merekadapatmemupuk harta produktif yang dapat meningkatkan produksitivitas dan pendapat mereka.
Pada umumnya strategi penanganan kemiskinan yang bersifat nasional diusahakan menggunakan pendeketan yang komprehensif dan berusaha mengakomodasi penanganan berbagai sumber masalahnya. Kelima strategi utama tersebut adalah:
1.  Perluasan kesempatan kepada kelompok miskin dalam pemenuhan hak-hak dasar dan peningkatan taraf hidup secara berkelanjutan
2.     Pemberdayaan kelembagaan masyarakat guna lebih memungkinkan partisipasi kelompok miskin dalam pengambilan keputusan kebijakan publik
3.      Peningkatan kapasitas untuk mengembangkan kemampuan dasar dan kemampuan berusaha kelompok miskin agar dapat memanfaatkan perkembangan lingkungan
4.       Perlindungan sosial dan rasa aman terutama bagi kelompok rentan
5.       Penataan kemitraan global






BAB III
PENUTUP
A.      Kesimpulan
Dari pembahasan yang telah di uraiakan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa:
-            Kemiskinan adalah suatu keadaan dimana seseorang tidak sanggup memilihara dirinya sendiri sesuai dengan taraf kehidupan kelompok dan juga tidak mampu memanfaatkan tenaga mental maupun fisik dalam kelompok tersebut
-            Penanganan Masalah Berbasis Masyarakat meliputi berbagai hal diantaranya: Mengembangkan system sosial yang responsive; Pemanfaatan modal sosial; Pemanfaatan Institusi Sosial; Optimalisasi Konstribusi Dalam pelayanan sosial; Kerjasama dan jaringan
-            Terdapat 5 strategi utama dalam upaya penaggulangan masalah kemiskinan diantaranya:
1)        Perluasan kesempatan kepada kelompok miskin dalam pemenuhan hak-hak dasar dan peningkatan taraf hidup secara berkelanjutan
2)        Pemberdayaan kelembagaan masyarakat guna lebih memungkinkan partisipasi kelompok miskin dalam pengambilan keputusan kebijakan publik
3)        Peningkatan kapasitas untuk mengembangkan kemampuan dasar dan kemampuan berusaha kelompok miskin agar dapat memanfaatkan perkembangan lingkungan
4)        Perlindungan sosial dan rasa aman terutama bagi kelompok rentan
5)        Penataan kemitraan global

B.       Saran
Dari paparan di atas kita bisa melihat bahwa perkembangan saat ini telah memberikan suatu peluang baru dalam menganalisis fenomena kompleks dalam sistem sosial, seperti halnya kemiskinan. Suatu peluang yang tentunya bisa kita jadikan sebagai solusi alternatif dalam upaya memahami kemiskinan di tanah air dan lebih jauh digunakan untuk mencari jawaban tentang bagaimana menangani kemiskinan itu sendiri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar